Nomor Punggung Yang Dipensiunkan Oleh Tim Di Liga Indonesia

tiento.co.id Beberapa pemain memiliki hubungan emosional dengan klub yang dibela nya. Hubungan emosional itu mungkin tercipta karena kontribusi pemain untuk klub, timbal balik dari manajemen, dan cinta para penggemar kepadanya.

 

Ketika pemain itu pergi, klub pun berani untuk memensiunkan nomor punggungnya sebagai bentuk penghormatan. Berikut pemain-pemain legenda yang nomor punggungnya dipensiunkan oleh klubnya.

 

  1. Achmad Kurniawan (47) Arema FC
(Doli Siregar/Radar Malang)
(Doli Siregar/Radar Malang)

Arema Indonesia memilih untuk memensiunkan nomor 47 milik kiper legendaris klub, mendiang Achmad Kurniawan. Achmad Kurniawan juga merupakan kakak kandung dari Kurnia Meiga.

 

komplikasi penyakit membuat sang legenda Arema FC ini berpulang. Dan untuk menghormati sosoknya, Arema Indonesia memutuskan untuk memasukkan nomor punggung sang kiper ke museum mereka.

 

  1. Eri Irianto (19) Persebaya
Eri Irianto. (foto: vivagoa)
Eri Irianto. (foto: vivagoa)

Eks kiper Persebaya ini meninggal dunia setelah insiden benturan dengan pemain PSIM Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi pada 2000, Samson Noujine menjadi pemain PSIM yang terlibat dalam benturan yang membuat Eri meregang nyawa.

 

Nomor punggung 19 miliknya pun kini sudah dipensiunkan Persebaya, dan menjadikan Persebaya sebagai tim pertama yang melakukan hal itu di Indonesia.

 

  1. Choirul Huda (1) Persela
(Bola.com/Fahrizal Arnas)
(Bola.com/Fahrizal Arnas)

Persela Lamongan benar-benar dibuat hancur dengan kepergian kiper andalan mereka, Choirul Huda, sosok legenda Laskar Joko Samudro.

 

Nomor punggung 1 Persela Lamongan dipensiunkan setelah Choirul Huda meninggal dunia, akibat insiden saat pertandingan di tahun 2017 lalu.

 

  1. Jak Mania, Ismed Sofyan, Bambang Pamungkas  (12, 14, 20) Persija
(Persija.id)
(Persija.id)

Persija punya alasan berbeda untuk mempensiunkan nomor punggung. Ada tiga nomor punggung yang dipensiunkan oleh Macan Kemayoran. Nomor 12 dipensiunkan untuk apresiasi kepada suporter mereka Jak Mania sebagai pemain ke 12.

Lalu nomor 14 milik Ismed Sofyan yang sudah membela Persija selama 21 tahun. Lalu nomor 20 milik Bambang Pamungkas striker legendaris Persija dan Timnas Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *